Penegasan Cita Diri
Banyak orang
yang mengatakan bahwa pendidikan itu penting. Sehingga banyak pula yang
melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang tertinggi yaitu jenjang
perkuliahan. Sebenarnya apa ya kuliah itu? Apakah segala jurusan yang ada di
perkuliahan itu memiliki minat yang tinggi dari pelajar yang akan mendaftar ke
perkuliahan? Apakah mereka benar-benar tahu mengenai jurusan yang akan
diambilnya nanti pada saat masuk dalam perkuliahan? Apakah jurusan itu adalah
berdasarkan apa yang mereka inginkan? Serta, apakah kemampuan dan potensi diri
dapat digali meskipun seseorang sebelumnya belum mengerti sama sekali tentang
jurusan yang dipilihnya?
Dilansir dari
Okezone news pada tanggal 25 februari 2014, ternyata menurut educational
psychologist dari integrity Development Flexibelity (IDF) Irene Guntur, M.
Psi., CGA, mengatakan bahwa sebanyak 87% mahasiswa Indonesia salah jurusan di
dunia perkuliahan. Hal itu baru disadari ketika mahasiswa menginjak semester
dua atau tiga bahkan ketika sebelum masuk perkuliahan. Beberapa siswa yang
merasa salah jurusan merasa bahwa hal tersebut terjadi karena ingin menuruti
keinginan orang tuanya atau melihat prospek kerja yang diidam-idamkannya.
Mereka memilih dan masuk ke jurusan tersebut tanpa melihat minat, potensi, dan
bakat yang ada dalam dirinya. Lalu bagaimana nantinya penerus generasi
bangsa ini bila pemuda-pemuda yang dimiliki berkualitas biasa-biasa saja.
Banyak orang mengatakan bahwa sarjana adalah penyelesai masalah dalam
bangsanya. Lalu bagaimana dengan pemuda-pemuda yang dimiliki oleh negara ini
bila mahasiswanya saja tidak mengetahui dan mengorbankan passion dan talentanya
sendiri. Hal ini sangat miris bila direnungkan.
Seharusnya
sebelum seorang pelajar memilih jurusannya pada jenjang pendidikan yang
selanjutnya, pelajar tersebut harus mengetahui dengan benar dan detail jurusan
apa yang akan pilih olehnya nanti. Kemudian, pelajar tersebut harus mengetahui
apa keinginannya dan bakat atau kelebihan dan kemampuan yang dimiliki dari
dalam dirinya. Meskipun begitu, saran dan masukan dari orang tua dan guru juga
penting untuk mengarahkan pelajar tersebut sehingga nantinya pelajar tersebut
dapat memilih apa yang sesuai untuk dirinya.
Dalam dunia
perkuliahan pun, seseorang masih mengalami proses pencarian pengetahuan disertai dengan eksplorasinya
baik secara langsung atau tidak langsung. Misalnya secara langsung adalah
ketika seseorang berada dalam bangku perkuliahan dan mendapatkan materi untuk
belajar serta berproses dalam bidang akademik tersebut. Kemudian proses yang berjalan secara tidak
langsung adalah ketika seorang mahasiswa mengikuti organisasi atau UKM yang
mengharuskan seseorang tersebut disibukkan dengan hal non akademik. Namun
dengan adanya organisasi atau UKM atau komunitas, seseorang secara tidak
langsung telah memanifestasikan proses eksplorasinya dalam rangka mempertegas
cita-cita yang telah direncanakannya.
Sebenarnya
bukan hanya seorang pelajar yang mempunyai cita-cita. Namun setiap manusia
pasti mempunyai cita-cita atau rencana yang ingin dicapainya. Tapi tetap saja
tidak semua orang dapat menata pola pikir dan mengendalikan dirinya sendiri
dalam rangka mencapai tujuannya tersebut. Padahal bila dicermati, orang yang
sesungguhnya paling mempunyai wewenang untuk menentukan pilihan hidupnya adalah
orang itu sendiri. seseorang dapat bebas bereksplorasi baik potensi yang
dimiliki, minat dan bakat yang diinginkan, serta cita-cita yang akan dicapai. Eksplorasi cita diri dapat diekspresikan
dimulai dengan hal-hal kecil yang ada di sekitar manusia sendiri. misalnya
dengan mencari penyelesaian dari permasalahan hidup sehari-hari untuk melatih
kebijaksanaan dalam diri. Kemudian seseorang dapat menambah pengalamannya
ketika bersosialisasi dengan banyak orang untuk melatih sikap sosialnya
terhadap sesama. Selain itu, sikap membaur atau terjun kepada masyarakat juga
dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari sebagai ekspresi seseorang dalam
mengeksplorasi apa yang ingin
dicapainya.
Dalam membentuk
pola pikir dan pribadi yang terkendali, seseorang haruslah dapat
mengaktualisasikan dirinya menjadi seorang yang taat dan disiplin terhadap
peraturan dan kebiasaan yang benar, serta harus memiliki prinsip yang teguh
pendirian. Dengan membiasakan diri bersikap baik dan benar, maka seseorang
secara tidak langsung sedikit demi sedikit dapat mencapai cita-citanya.
Kalaupun apa yang telah dilaluinya tidak sesuai dengan apa yang telah
diinginkannya, namun kebiasaan baik akan menuntunnya menuju hidup yang lebih
baik pula. Bahkan lebih baik dari apa yang dia inginkan.
Sehingga tidak
baik bila mengorbankan passion dan keinginan untuk memenuhi keinginan lain yang
belum jelas dapat dilalui atau tidak, sebelum semuanya terlambat.
Mengekspresikan proses bereksplorasi terhadap cita-cita yang telah direncanakan
adalah suatu hal yang penting karena tanpa dimanifestasikan secara tegas maka
cita diri tidak dapat dicapai.
Dengan adanya
ekspresi diri untuk eksplorasi cita diri menggunakan pola pikir yang baik dan
perbaikan sikap serta perilaku yang ada pada diri seseorang, maka manusia dapat
memanifestasikan penegasan kepada diri sendiri apakah cita diri sesuai dengan
potensi serta kemampuan apa yang ada dalam dirinya. Selain itu dukungan dari
banyak orang-orang terdekat di sekitarnya dan arahan yang tepat juga sangat
penting dan ikut andil dalam proses menuju masa depan entah itu masa depan yang
diinginkan, masa depan yang diharapkan, atau masa depan yang terbaik untuk dirinya
sendiri.
Biodata Penulis
Nama : Norma Sarah Pujasari
Kelas : PB 2016
NIM : 16020074041
Nama Fb : Norma Sarah
Alamat : Sidayu,
Gresik
Email : noermasara@gmail.com
Nomer Hp : 085706730631